Oleh: Muhammad Ibrahim*
Tebar Suara | Dr. Khalid Basalamah dalam ceramahnya menyinggung perasaan masyarakat Aceh terkait beberapa hal. Bahwasanya menurut beliau Tsunami di Aceh diakibatkan oleh dosa. Dalam ceramahnya Khalid Basalamah mengatakan Dosa Aceh yang sudah dianggap biasa adalah ganja. Hal ini karena ganja termasuk narkoba kelas dunia. Ini memang ada benarnya dan salahnya. Sekarang baru-baru ini kita ketahui bersama bahwa ganja juga bisa sebagai bahan medis di dunia kedokteran. Suatu sisi ganja bermasalah dan sutu sisi ganja bermanfaat.
Soal kedua ada adat kebiasaan rakyat Aceh, seperti di Aceh besar yang masih melakukan sesajen atau dalam bahasa Aceh disebut dengan peusijuk laot atawa kanduri laot. Hal ini dilakukan memang atas niat agar tangkapan ikannya bertambah banyak dan sebagai tanda syukur. Hal ini pada sebagian masyarakat Aceh menganggap hal yang wajar dan bahkan di Jawa lebih daripada itu. Selanjutnya ada tarian yang memperlihatkan aurat dalam perayaan tahun baru. Hal ini di Jawa bakan Cuma memperlihatkan aurat dalam tarian, tetapi ada sebagian tempat bahkan mengadakan tarian telanjang. Maka dari itu Jawa lebih pantas Tsunami daripada Aceh.
Dari beberapa pernyataan itulah yang membuat sebagian rakyat Aceh merasa tersinggung atas dosa yang disebabkan oleh masyarakat Aceh, lalu Allah datangkan Tsunami. Jika mau melapangkan dada dalam permasalahan ini sebenarnya hal yang biasa saja. Apalagi jika kita jadikan sebagai bahan intropeksi diri, saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.
Bencana Alam jika kita mau melihat dari sisi agama, maka dapat dilihat dari tiga sisi. Pertama sebagai tanda Azab dari Allah bagi orang-orang yang inkar atau kafir, sudah banyak contoh dalam kisah para nabi. Yang kedua sebagai teguran dari Allah bagi orang-orang yang lalai dan lupa akan perintah Allah. Banyak juga contohnya dalam perjalanan para nabi. Dan yang terakhir adalah sebagai ujian dari Allah Swt bagi orang-orang yang taat kepadanya. Ketika Tsunami, Loncor, Banjir dan yang lainnya bisa terjadi bersamaan. Azab bagi yang ingkar, teguran bagi yang lalai dan sekaligus ujian pada yang taat.
Maka dari itu pernyataan Khalid Basamah tersebut sama sekali tidak menyinggung kita selaku masyarakat Aceh, jika kita mau berlapang dada. Apalagi pernyataan seperti itu bukan hal yang pertama, dalam ceramah Habib Rezieq Syihab sebelumnya juga mengatakan demikian. Dalam Ceramah da’I kondang Aceh Tgk. Muliadi juga mengatakan bahwa Tsunami Aceh akibat dosa.
Jika mau berlaku adil secara benar dan tidak dalam rangka emosi, politisi serta karena beda paham. Maka seharusnya yang lain juga harus minta maaf. Namun Khalid Basalamah secara langsung memintamaaf. Allah saja menerima taubat hambanya kenapa kita yang mengagungkan syariat Islam tidak bisa memaafkannya.
Jika karena beda paham dengan oknum-oknum yang mengaku Aswaja ini lain cerita. Bahkan saya sempat membaca dalam sebuah artikel di Serambi Indonesia yang menyerukan agar Salafy tolerandalam berdakwah. Namun hal ini terlihat sangatlah lucu.
Kita masih ingat peristiwa Parade Aswaja di Aceh yang mengatakan bahwa Salafy Wahabi haus darah ulama Aceh. Namun ketika saya bertanya kepada yang ikut parede berapa banyak ulama Aceh yang di bantai oleh Wahabi, mereka hanya diam dan malah menuduh saya sebagai pengikut Wahabi. Kemudian baru-baru ini terjadi peristiwa ribut dan rebut masjid di Krung ManeAceh Utara oleh oknum yang mangaku Aswaja dengan mengerahkan ratusan santri untuk kepung masjid. Apakah hal ini toleran, hanya karena beda pendapat masalah tongkat pada saat jum’atan.
Kasus terbaru juga terjadi di Juli Bireuen yang melarang pembangunan masjid Muhammadiyah. Dan bahkan dalam beberapa berita di media, di kabarkan Muhammadiyah bukan Aswaja. Dengan demikian permasalahan Khalid Basalamah karena dia bukan dari Aswaja sebagaimana yang terdapat dalam adat kebiasaan masyarakat Aceh. Sehingga yang lain tidak di permasalahkan. Maka dengan itu terlihatlah arogan dan tidak toleransi dari mereka oknum-oknum yang mengaku Aswaja.
*) Penulis Merupakan Redaktur Pelaksana Tebar Suara, asal Aceh.
Berikut Video Permintaan Maaf Pribadi Khalid Basalamah kepada Rakyat Aceh
http://www.tebarsuara.com/2016/06/menyoalkan-isu-dr-khalid-basalamah.html
No comments:
Write comments