Beurujuk.com | Meulaboh- Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat menggelar sosialisasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POMP) penyakit Filariasis di Aceh Barat. Hal itu dilakukan untuk mencapai kesepahaman bersama seluruh elemen masyarakat terkait pemberian obat pencegahan penyakit kaki gajah kepada masyarakat.
Sosialisasi POMP penyakit kaki gajah yang dibuka Wakil Bupati Aceh barat H. Rahmad Fitri, HD tersebut digelar di aula Sekdakab Aceh Barat Rabu (13/7/2016) pagi.
Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Aceh Barat, dr. Syuhada, dalam materinya menyampaikan, kaki gajah adalah penyakit infeksi bersifat menahun disebabkan oleh Cacing Falaria yang ditularkan oleh nyamuk.
“Penyakit Filariasis ini, salah satu program prioritas Nasional dibidang kesehatan, dalam upaya pengendalian penyakit menular. Maka bagi masyarakat berusia 2-70 tahun, yang tidak lagi hamil atau penderita sakit berat, wajib minum obat pencegah penyakit kaki gajah”, ujar Syuhada.
Ia mengatakan, penyakit kaki gajah bukan disebabkan kerena kutukan, guna-guna atau penyakit keturunan, melainkan karena cacing falaria, yang hidup dalam tubuh, dan bertahan sampai enam tahun dalam saluran getah bening (bagian tubuh yang melindungi manusia dari penyakit). Cacing falaria berkembang biak dalam tubuh hingga menghasilkan jutaan anak cacing (mikrofilaria) yang beredar dalam darah.
“Cara penuran kaki gajah. Pada saat nyamuk menghisap darah, mikrofilaria berubah menjadi larva dan ditularkan pada orang lain, untuk itu, kita mengharapkan kepada masyarakat agar segera mencegah penyakit tersebut, dengan cara mengkonsumsi obat pencegah kaki gajah setahun sekali, selama minimal lima tahun. Selain itu, juga menghindari gigitan nyamuk,” ungkapnya
Syuhada menambahkan, Tahun lalu, pemerintah Aceh Barat juga melaku program pencegahan penyakit kaki gajah, namun masyarakat masih kurang respon upaya tersebut.
Syuhada menambahkan, Tahun lalu, pemerintah Aceh Barat juga melaku program pencegahan penyakit kaki gajah, namun masyarakat masih kurang respon upaya tersebut.
“Kita akui, sosialisasinya masih kurang, di Aceh Barat tahun 2015 hanya 59 persen, yang sebenarnya target Nasional diatas 80 persen. Kita harapkan tahun ini, bisa lebih meningkat” katanya
Kegiatan yang berlangsung setengah hari itu, dihadiri oleh perwakilan puskesmas kecamatan, seluruh camat, SKPD, Polres dan Kodim Aceh Barat dan tokoh masyarakat Aceh Barat.
Kegiatan yang berlangsung setengah hari itu, dihadiri oleh perwakilan puskesmas kecamatan, seluruh camat, SKPD, Polres dan Kodim Aceh Barat dan tokoh masyarakat Aceh Barat.
Sumber: AceHTrend




